Skip to main content

Ini alasan toko gesek kartu ATM dan kredit di mesin kasir

Mesin Kasir Pekanbaru – Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Mande mengungkapkan sebab mengapa perlunya penggesekan (swipe) kartu di mesin kasir saat pembayaran non tunai. Perihal ini bertujuan buat memudahkan report keuangan
Saat transaksi terjadi, lanjutnya, kasir yang melayani pembeli dengan pembayaran non tunai jelas saja memerlukan evidensi pembayaran tersebut. Salah satunya dengan metode tenpel (tapping) / gesek (swipe) kartu yang dipakai pembeli agar datanya terbaca serta terdata
“Kaitannya dengan proses pembayaran yang dilaksanakan. Sebagai evidensi. Kalau digesek di kasir itu sebagai evidensi jikalau berbelanjanya lewat kartu,” ujar Roy kepada merdekacom,. Selasa (5/9)
Roy menambahkan, terhadap lazimnya report keuangan dibedakan didasarkan metode pembayaran konsumen. Menurutnya, lain hal apabila konsumen melaksanakan pembayaran secara tunai
“Membayar yang dengan tunai dipisahkan pasal kan pelaporannya beda. Kalau kartu kredit kan itu kan enggak langsung masuk ke rekening perusahaan, sesegera mungkin sebagian hari baru banknya transfer. Kalau tunai kan langsung,” katanya
Meski demikian, Roy menyiratkan sistem gesek kartu di mesin kasir jelas jelas cukup satu kali saja. Dua kali gesek, katanya, cuma dilaksanakan buat pegawai baru yang belum mengerti pembukuan
“Dua kali gesek itu kan sesungguhnya enggak seharusnya demikian. SOP kan itu sekali,” jelasnya
Jika proses dua kali gesek kartu saat pembayaran dilarang, Roy menilai Perihal tersebut perlu sistem sosialisasi. “Kan bermakna butuh a&ya serupa dengan penyesuaian lagi. Nah penyesuaian itu jelas saja kan a&ya sistem masa lagi,” pungkasnya
Untuk diketahui, Bank Indonesia (BI) melarang dilakukannya penggesekan ganda (double swipe) dalam transaksi nontunai. Dalam tiap transaksi, kartuhanya boleh digesek sekali di mesin Electronic Data Capture (EDC), serta tak dilaksanakan penggesekan lainnya, diantaranya di mesin kasir
Jual Mesin Kasir Pekanbaru – Pelarangan penggesekan ganda tersebut bertujuan buat melindungi masyarakat dari perampokan data serta informasi kartu. “Pengaturan tentang penggesekan ganda kartu nontunai sudah tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia No. 18/40/PBI/2016 mengenai Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran,” tulis BI dalam keterangan tertulisnya diJakarta