Skip to main content

Apa Saja Sih Kebutuhan Anak SD Jaman Sekarang?

Jenis-jenis kebutuhan anak usia SD. Anak usia sekolah dasar merupakan anak dengan masa yang sangat unik. Perkembangan anak berjalan dengan sangat alot. Sama halnya dengan makhluk hidup lainnya. Anak dari masih bayi hingga menjadi dewasa sudah memerlukan kebutuhan fisik dan psikis. Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tersebut terjadi perubahan kebutuhan dan perkembangan seorang anak menuju dewasa. Kebutuhan yang paling banyak akan dibutuhkan adalah kebutuhan sosial psikologisnya daripada kebutuhan fisiknya sejalan dengan usianya.

Pada dasarnya kebutuhan individu dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar yaitu kebutuhan fisiologis dan psikologis (Cole dan Brunce, 1959)

Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan primer seperti makan, minum, tidur, atau perlindungan diri. Sedangkan kebutuhan psikologis yang disebut kebutuhan sekunder dapat mencakup kebutuhan untuk mengembangkan kepribadian pada seseorang. Misalnya, kebutuhan untuk dicintai, kebutuhan utuk mengaktualisasikan diri, kebutuhan untuk memiliki sesuatu, di mana kebutuhan psikologis tersebut bersifat lebih rumit dan sulit untuk didentifikasi. kebutuhan untuk barang seperti menginginkan Kamar Set Anak untuk kamar mereka sendiri.

Sementara itu Maslow (1994; dalam Mulyanni Sumantri, Perkembangan Peserta Didik ) membagi berbagai aspek kebutuhan secara berjenjang menjadi tujuh aspek, dimana aspek pertama merupakan aspek paling mendasa. yaitu :

Kebutuhan fisiologis, seperti : rasa lapar, rasa haus dan sebagainya.
Kebutuhan akan rasa aman seperti : merasa aman dan terlindungi, jauh dari bahaya.
Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki, seperti : berafeliasi dengan orang lain, diterima dan menerima.
Kebutuhan akan penghargaan, seperti : berprestasi berkompetisi, dan mendapat dukungan serta pengakuan.
Kebutuhan estetika, seperti : Keserasian, keteraturan, dan keindahan
Kebutuhan aktualisasi diri, seperti : mendapat kepuasan diri dan menyadari postensi.

Sementara itu Lindgren dalam Mulyanni Sumantri, 2007 mengklasifikasikan kebutuhan dasar anak usia SD menjadi empat aspek yang sebenarnya sudah ada dalam teori kebutuhan menurut Maslow. Klasifikasi kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut :

Kebutuhan jasmaniah, termasuk keamanan dan pertahanan diri yang diberikan kepada anak.
Perhatian dan kasih sayang kepada anak
Kebutuhan untuk memiliki. Kebutuhan anak yang terkait dengan mencari teman atau pegangan diri pada orang lain.
Aktualisasi diri. Kebutuhan yang terkait dengan pengembangan diri yang lebih rumit dan bersifat sosial.

Berikut ini akan dijelaskan Jenis-jenis kebutuhan anak usia SD, Kebutuhan anak usia SD dapat diklasifikasikan menjadi 4 jenis, antara lain :

1) Kebutuhan jasmani pada anak usia SD
Kebutuhan anak usia SD sangat berfariasi.Furniture Tempat Tidur bermodel tingkat seperti Tempat Tidur Tingkat SorongĀ  untuk anak sangat berpengaruh untuk menjadikan anak kreatif dan inovatif dengan perabot di kamarnya. Karena perkembangan tubuh dan juga kognitifnya, anak usia SD membutuhkan makna yang bergizi sehinagga perkembangan fisik dan intelektualnya tidak terhambat. Berkaitan dengan kebutuhan pemeliharaan dan pertahanan diri, anak usia SD memasuki tahapan perkembangan sosial dan moral yang memperihatinkan. Pada masa usia SD anak juga sudah mulai merasakan adanya kebutuhan untuk melindungi diri dari bahaya baik fisik maupun

psikis dari orang lain. Guru juga perlu memberikan stimulus-stimulus yang dapat menyadarkan siswa bahwa disiplin dan aturan belajar yang disepakati dan dikompromikan adalah perlu. Sehingga siswa tidak salah mengartikan dengan perilaku yang suka-suka sendiri dalam pemenuhan rasa aman tersebut.

Berusaha belajar bersikap sesuai dengan cara yang mendatangkan pujian yang akan ditafsirkan sebagai tanda sayang dan penerimaan. Hal ini penting bagi anak agar tumbuh dan berkembang secara positif.

Mendorong anak mencapai apa yang diharapkan dari dirinya, jika disipilin tersebut sesuai dengan perkembangan dirinya.

Membantu anak mengembangkan hati nuraninya, dan mengasah intuisi dalam dirinya, sehingga dia dapat mengambil keputusan secara bertanggung jawab dan juga dapat mengendalikan tingkah laku.

2. Kebutuhan akan kasih sayang
Pada tahap perkembangan sosial anak usia SD terutama yang duduk di kelas tinggi SD, sudah ingin memiliki teman-teman tetap. Perkembangan tersebut juga sejalan dengan kebutuhan untuk disayangi dan menyayangi teman. Tidak hanya rasa kasih sayang kepada teman saja, tetapi juga sudah ada kebutuhan untuk memberikan rasa cinta terhadap suatu benda. Misalnya anak usia SD sudah suka mengoleksi sesuatu yang merupakan kesenangannya bisa berupa perangko, komik, kartu dan sebagainya dan koleksi tersebut dirawat dengan hati-hati serta rasa sayang. Oleh karena itu, guru perlu peka untuk mengarahkan anak-anak agar rasa kasih sayang yang sudah muncul dapat terpelihara dan menjadikan anak-anak bersikap penuh kasih terhadap sesuatu seperti menunjukkan minat siswa yang sudah dipunyainya, memupuk serta memelihara minat atau hobi para siswa. Baca juga : Obat Asam Urat

Pada anak-anak yang duduk di kelas tinggi di SD yang memasuki masa bersosialisasi dan meninggalkan keakuannya, dapat menerima suatu otoritas orang tua dan guru sebagai sesuatu yang wajar. Sehingga anak-anak tersebut juga membutuhkan perlakuan yang obyektif dari orang tua dan guru pemegang otoritas. Pada masa ini, anak-anak sangat sensitive dan mudah menganalisis sikap pilih kasih dan proposional dalam memutuskan suatu tindakan.

3. Kebutuhan untuk memiliki
Pada masa usia di kelas-kelas rendah SD, anak-anak sudah mulai meninggalkan dirinya sebagai pusat perhatian. Namun demikian anak-anak di kelas rendah di SD masih suka memuji diri sendiri, dan membanding-bandingkan dirinya dengan teman. Sehingga kebutuhan untuk memiliki dan dimiliki masih dominan. Artinya segala sesuatu baik teman-teman di sekolah maupun guru dipandang sebagai punya dirinya sendiri sehingga kadang-kadang anak usia ini suka meremehkan atau mengacuhkan pendapat teman atau guru. Seperti ada kebutuhan-kebutuhan yang lainnya, kebutuhan untuk memiliki pada setiap anak akan berbeda tergantung dari perkembangannya. Sedangkan ke butuhan untuk dimiliki adalah berhubungan dengan mulainya masa membentuk gang atau kelompok bermain. Anak-anak ini akan cenderung mengikuti aturan dari kelompok bermain dari kelompok bermainnya dan juga menggantungkan dirinya kepada kelompok tersebut. Kebutuhan untuk memiliki ini tidak terbatas pada kepemilikan teman saja, tetapi juga pada benda-benda miliknya dan milik teman sekelompoknya. Dia akan menjaga dengan sepenuh hati benda-benda yang menjadi kebanggaanya atau teman gang nya.

Dalam pemenuhan kebutuhan untuk memiliki, guru perlu memberikan dorongan kearah yang positif tentang bagaimana membentuk kelompok yang dapat bermanfaat misalnya dalam kegiatan pramuka. Guru juga harus memberikan orientasi kepada anak-anak di usia ini, agar tidak begitu saja melakukan berbagai hal yang kadang-kadang berbahaya dan negative, hanya karena disuruh oleh teman kelompoknya.

4. Kebutuhan aktualisasi diri
Kebutuhan ini mulai terasa dominan pada anak-anak usia kelas tinggi SD. Pada usia tersebut, anak-anak mulai ingin merealisasikan potensi-potensi yang dimilikinya, sehingga anak berusaha memenuhi kebutuhan tersebut dengan sikap persaingan, atau berusaha mewujudkan keinginannnya yang biasanya terdengar sangat tinggi dan muluk seperti ingin menjadi pembalap, astronot dan sebagainya.

Salah satu kebutuhan yang terkait dengan kebutuhan aktualisasi diri adalah kebutuhan berprestasi atau need for achievement. Karena anak-anak SD kelas tinggi sudah timbul keinginan untuk menjadi yang terhebat, maka mereka berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai prestasi. Semua sikap dan tindakan anak-anak tersebut juga dalam rangka pemenuhan kebutuhan untuk diakui. Disinilah guru berfungsi untuk memotivasi sikap kompetisi pada anak-anak menjadi kompetisi yang sehat dan terarah.

Dari keempat aspek kebutuhan tersebut, dapat disimpulkan bahwa semua kebutuhan di atas bisa saling mengisi dan berbeda satu dengan yang lain terhadap setiap masing-masing anak dan sejalan dengan perbedaan perkembangan mereka. Peran guru dalam memenuhi kebutuhan anak adalah dengan memberikan dan meningkatkan motivasi kepada siswanya agar sikap mereka berkembang positif dalam memenuhi kebutuhan seperti di atas.

 

Save