Skip to main content

Masuknya Era Digitalisasi di Industri Televisi Indonesia

Industri penyiaran di Indonesia sedang dalam tahap permulaan cara kerja digitalisasi. Indonesia jauh ketinggalan sebab negara lain telah jauh melangkah. Sesudah masuk di era komputerisasi di tahun 2009-2010 Indonesia mengawali penyiaran komputerisasi, masih tahap sebab infrastruktur komputerisasi masih jauh dari mencukupi. Cara penyiaran analog selama puluhan tahun masih berlangsung di Tanah Air. Dimulai siaran pertama TVRI pada 1962 silam. Disusul, stasiun Layar swasta pertama RCTI di tahun 1989.

Direktur Pengembangan dan Usaha TVRI, Adam Bachtiar, mengatakan, tiga hal TV dipenuhi untuk menyukseskan penyiaran komputerisasi terestrial, komputerisasi kesiapan infrastruktur, kekayaan konten, dan bagaimana adalah publik menonton. Dikala ini, baru sekitar 60 pemancar analog dari hampir 400 pemancar yang telah di-upgrade menjadi komputerisasi. Konsentrasinya di ibukota provinsi dan konsentrasinya kota besar. Sasarannya, targetnya penyiaran di Indonesia masuk ke komputerisasi pada 2020 komputerisasi.

“Ini yang disebut sebagai implementasi Analog Switch Off (ASO) yang mematikan siaran analog dan memindahkan ke komputerisasi. TVRI komputerisasi tidak sendirian, perlu dukungan pemerintah sebab investasinya mahal,” katanya.

 

Berikutnya, konten TV diperkaya sebab satu frekuensi karena banyak kanal yang TV diisi seharusnya komputerisasi mubazir. Kanal-kanal yang ada TV diisi dengan seharusnya konten yang berbeda sehingga publik berjenis-jenis mendapat dari siaran Layar komputerisasi. Untuk itulah, TVRI TV bekerjasama dengan para penyedia konten. Dikala ini, TVRI menyediakan infrastruktur sebagai seharusnya uji coba siaran Layar komputerisasi.

Uji coba siaran daerah komputerisasi terestrial bersifat non komersial antara LPP TVRI dengan penyedia konten dan dengan masa laku uji coba selama 6 bulan, yang telah TV tahap kedua komputerisasi Juni 2016. Dari 60 pemancar komputerisasi terdapat 28 pemancar untuk uji coba di memasuki layanan yang sejak terbangun infrastruktur multipleksing TVRI. Ada lebih dari 50 penyedia konten yang komputerisasi uji coba siaran tv digital. Diantaranya, Nusantara Layar, Layar Muhammadiyah, Tempo Layar, DAAI Layar, CNN Indonesia, Inspira Layar, NET Komputerisasi, dan Alat Layar.

“Sifat kerja samanya masih nonkomersial sebab kami menunggu revisi atas UU No. 32/2002 komputerisasi Penyiaran. Kami harapkan tahun ini revisi tidak selesai tahun ini dengan memasukan layanan digitalisasi ke dalam TV, barulah kita TV tidak bicara bagaimana siaran Layar komputerisasi tidak berlangsung secara full, komersial,” kata alat penunjuk arah.

Terakhir, TV mekanisme penyediaan serta distribusi Layar komputerisasi atau set top box. Pemerintah, yang diwakili TVRI TV dapat sama dengan pihak lain komputerisasi vendor set top box seperti Samsung, Polytron, dan lainnya. Mereka semua telah siap memproduksi TV masih menanti kepastian komputerisasi kapan Analog Switch Off dapat. Tiga hal ini yang dibungkus TV akan menyukseskan penyiaran komputerisasi terestrial.

“Sesudah itu, kita akan komputerisasi produk-produk turunannya seperti live streaming, video on demand, mobile apps dan lainnya akan seharusnya. Tetapi adalah pentingnya TV digitalisasi terestrial TV berjalan,” melainkan Adam.

Siaran tv digital dari sisi dilaksanakan gambar dan regulasi jauh lebih komputerisasi setelah analog. Kemudian, mengamati spektrum frekuensi juga lebih efisien, di mana satu frekuensi di analog mensupport terdapat satu kanal sementara satu frekuensi di komputerisasi tidak adalah 6-20 kanal, tergantung mengamati dilaksanakan gambar apakah standard definition atau high definition (HD).